Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

Facebook

Ad Home

Follow Us

Sponsor

Header Ads

Random Posts

Pemerintahan

Kesehatan

TNI-POLRI

Hiburan

Video News


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Semangat gotong royong kembali membara di Kabupaten Blora. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan sampah dan kebersihan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Blora resmi meluncurkan gerakan kurve atau kerja bakti massal bertajuk “Indonesia Asri”, Jumat (13/2/2026).

‎​Pelaksanaan perdana tingkat kabupaten ini dipusatkan di Jalan Sudarman, Kelurahan Mlangsen, tepatnya di kawasan bantaran Kali Grojogan. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis di tengah kota dan menjadi salah satu titik vital aliran air.

Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Sri Setyorini serta jajaran Forkopimda. Kegiatan ini melibatkan ratusan personel yang terdiri dari,

‎​Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai OPD, Personel TNI dan Polri, Siswa Siswi SMA dan SMK, serta Relawan peduli lingkungan di Blora.

Dalam amanatnya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa program ini adalah manifestasi nyata dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Sentul awal bulan lalu.

‎​“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk nyata sinergitas kita untuk menciptakan Blora yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kita selesaikan isu sampah yang mulai meresahkan bersama-sama,” ujar Bupati Arief.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi. Tak hanya memberi komando, Bupati dan Wakil Bupati tampak turun langsung memangkas ranting pohon kering dan menyapu ruas jalan. Sementara itu, personel TNI-Polri bersama warga bahu-membahu membersihkan tanaman liar di sepanjang bantaran kali menggunakan mesin potong rumput dan arit.

‎​Gerakan ini juga diinstruksikan untuk dilaksanakan secara serentak di tingkat kecamatan hingga desa setiap hari Jumat.

Sementara itu, ​Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menambahkan bahwa setiap OPD nantinya akan diberi tanggung jawab untuk menjaga kebersihan ruas jalan protokol tertentu. Hal ini dianggap krusial, mengingat saat ini memasuki puncak musim hujan.

“Curah hujan masih tinggi, jadi gerakan ini sekaligus untuk mengontrol saluran air agar tidak tersumbat sampah. Kami instruksikan para camat dan kepala desa untuk menggalakkan hal serupa di wilayah masing-masing,” jelas Sekda Komang.

Melalui gerakan "Indonesia Asri" ini, Pemkab Blora berharap budaya kerja bakti dapat kembali menjadi gaya hidup masyarakat demi mencegah bencana dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Komitmen Pemerintah Kabupaten Blora untuk memiliki stadion sepak bola standar nasional mulai menemui titik terang. Tim dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi tiga alternatif lokasi pembangunan, Rabu (11/2/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang dilakukan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, ke Kementerian PU beberapa waktu lalu. Tim verifikasi dipimpin oleh Kasubdit Wilayah II IDPPKOSB, Dendy Kurniadi, dan didampingi langsung oleh Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, beserta jajaran OPD terkait.

‎​Evaluasi Tiga Lokasi Alternatif

‎​Berdasarkan tinjauan di lapangan, tim Kemen PU memberikan evaluasi mendalam terhadap tiga lokasi yang diusulkan:
‎​

Lapangan Kridaloka, Jepon: Dinilai kurang memadai karena lahan yang sempit dan akses jalan satu arah. Lokasi ini lebih disarankan untuk pusat pelatihan (training center) daripada stadion pertandingan liga.
‎​

Lahan Kedungjenar (Tepi Jalan Cendana): Meski lahan luas milik Pemkab, lokasinya yang berupa persawahan produktif memerlukan biaya pengurugan yang sangat besar dan waktu pengerjaan yang lebih lama.
‎​

Eks Lapangan Golf, Kelurahan Kunden: Lokasi ini dinilai paling potensial dan memungkinkan untuk segera dieksekusi. Selain luasannya memenuhi syarat, peruntukan lahan ini memang untuk olahraga.


‎​"Kondisi di eks Lapangan Golf ini lebih memungkinkan. Tinggal diajukan izin alih fungsinya ke Kemenpora. Jika izin beres, pembangunannya bisa langsung kami eksekusi," tegas Dendy Kurniadi.

‎​Langkah Strategis Pemkab Blora

‎​Merespons hasil tinjauan tersebut, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti rekomendasi tim ahli. Ia menekankan bahwa Pemkab akan mengikuti seluruh masukan teknis agar stadion yang dinantikan masyarakat Blora bisa segera terwujud.

‎​"Kami akan laporkan ke Bapak Bupati. Sesuai pesan beliau, kita akan ikuti arahan Kementerian PU, termasuk jika nanti menggunakan konsultan pembangunan dari pusat agar hasilnya sesuai standar kompetisi liga di Indonesia," ujar Wabup.

‎​Terkait perizinan di Kemenpora, Kepala Dinporabudpar Blora, Iwan Setiyarso, optimis prosesnya akan berjalan lancar berkat dukungan komunikasi dengan Diaspora Blora yang menjabat di Kemenpora.

‎Lebih lanjut, ​Plt. Kepala DPUPR Blora, Nizamudin Al Huda, menambahkan bahwa secara teknis dan Amdal, lahan eks Lapangan Golf adalah pilihan paling rasional.

‎"Letaknya strategis di tepi jalan provinsi dan hanya butuh pemerataan lahan. Kami yakin Kemenpora akan mengizinkan karena peruntukannya tetap untuk fasilitas olahraga," pungkasnya.(Fath)


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Pembangunan kembali Pasar Induk Ngawen yang sempat luluh lantak akibat kebakaran hebat pada awal 2024 kini menunjukkan progres positif. Dengan alokasi anggaran APBN sebesar Rp30 miliar, pasar tersebut ditargetkan dapat fungsional kembali pada Juni 2026 mendatang, lebih cepat dari jadwal kontrak yang ditetapkan.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu (11/2/2026) untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana. Dalam kunjungannya, perempuan yang akrab disapa Budhe Rini ini menekankan pentingnya sinkronisasi antarpihak agar tidak ada kendala teknis yang menghambat.

"Kami berharap seluruh pekerjaan berjalan lancar. Jika ada kendala di lapangan, segera dikomunikasikan agar target pembangunan tercapai tepat waktu," tegas Budhe Rini di sela-sela peninjauan.

Senada dengan hal tersebut, Kasubdit Wilayah II Direktorat IDPPKOSB Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Dendy Kurniadi, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mempercepat masa pelaksanaan.

"Kami menargetkan saat libur Hari Raya atap bangunan sudah terpasang. Meskipun kontrak berakhir Juli, kami upayakan rampung Juni agar masyarakat bisa segera memanfaatkannya saat musim libur sekolah," jelas Dendy.

Tak hanya fokus pada bangunan pasar, proyek ini juga menyentuh aspek lingkungan. Merespons keluhan warga sekitar yang sering terdampak genangan air saat hujan, tim pelaksana membangun saluran pembuangan air yang terhubung langsung ke sungai.

Sebagai informasi, Pasar Ngawen mengalami kebakaran besar pada 9 Januari 2024 dengan kerugian mencapai Rp30,69 miliar. Pembangunan kembali ini menjadi prioritas nasional yang juga sempat ditinjau oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas pada akhir 2025 lalu.

Proyek yang dimulai sejak pertengahan November 2025 ini dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender. Saat ini, fokus pengerjaan meliputi:

‎​Pemadatan tanah dan pengecoran lantai.

‎​Pendirian tiang struktur utama bangunan.

‎​Pembangunan instalasi air bersih dan sistem drainase.

Dengan hadirnya bangunan baru ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap aktivitas ekonomi masyarakat Ngawen dapat segera pulih dalam lingkungan pasar yang lebih aman dan nyaman.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID— Pemerintah Kabupaten Blora mencetak sejarah baru dalam penandatanganan kesepakatan bersama. Pada Selasa (10/2/2026), Pemkab Blora resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Kudus terkait Jasa Layanan Perbankan.

Menariknya, prosesi penandatanganan ini tidak dilakukan di ruang rapat kantor pemerintahan, melainkan di dalam objek wisata Goa Terawang Eco Park. Momen ini sekaligus menjadi MoU pertama di Indonesia yang diselenggarakan di dalam kawasan goa wisata.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, serta jajaran manajemen BTN, Sekretaris Daerah, dan kepala perangkat daerah.

Bupati Blora dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BTN. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Saya berharap setelah MoU ini segera ada tindak lanjut layanan perbankan yang lebih efektif dan efisien, sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah," harap Bupati Arief Rohman.

Lebih lanjut, Bupati juga mendorong BTN untuk turut membantu mempromosikan produk UMKM Blora melalui kerja sama dengan Dekranasda, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

"Nanti jika BTN ada kegiatan atau pertemuan berskala regional Jawa Tengah, Blora juga siap jadi tuan rumah," pintanya.

Sementara itu, Regional Office Head BTN Jateng & DIY, Fitri Novianty Ratna Kusuma, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan daerah.

Lebih lanjut, sosok yang akrab disapa Bu Novi ini mengungkapkan bahwa BTN memiliki platform Digital Kabupaten (DIGIKAB). Platform ini diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi daerah, mulai dari sektor perumahan, pembiayaan UMKM, kurasi produk, hingga digitalisasi pelaku usaha lokal.

Tak lupa, Bu Novi juga menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan kuliner khas Blora, seperti sate dan lontong tahu, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan.

‎(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Upaya penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di Kabupaten Blora terus dikebut. Terbaru, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman meresmikan unit usaha budidaya ikan lele sistem bioflok milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Selasa (10/2/2026).

Meskipun gedung koperasi masih dalam proses perizinan, unit usaha yang berlokasi di Jl. Agil Kusumadya ini sudah mulai beroperasi penuh. Proyek ini merupakan bantuan dari program Budidaya Ikan Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan nilai anggaran mencapai Rp 600 juta.

Peresmian ditandai dengan pelepasan 60.000 benih ikan lele oleh Bupati Arief bersama perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI. Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, menyatakan rasa syukur atas bantuan yang mencakup seluruh sarana prasarana, mulai dari 24 kolam bak bioflok, sistem kelistrikan, hingga pelatihan SDM.

"Kami berharap budidaya ini bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden dan memberdayakan ekonomi warga sekitar," ujar Rohmah.

‎Di sisi lain, ​Perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI, Bayu Romadhona, mengungkapkan bahwa Blora menjadi penerima bantuan terbanyak di eks-Karesidenan Pati dengan total empat lokasi. Namun, ia memberikan catatan penting terkait kondisi air di Blora.

"Air di Blora memiliki TDS (Total Dissolved Solids) yang cukup tinggi, mencapai 900 ppm, sementara ikan tumbuh ideal di bawah 300 ppm. Kunci suksesnya adalah manajemen air; air harus diendapkan dahulu sebelum dialirkan ke kolam," jelas Bayu.

Ia juga menekankan prinsip 3M (Manajemen Air, Manajemen Pakan, dan Manajemen Sortir) kepada para pengelola agar investasi besar dari APBN ini tidak sia-sia dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ​Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa hasil dari budidaya lele ini nantinya akan diarahkan untuk menyokong kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahkan, Pemerintah Kabupaten Blora berencana menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk memastikan potensi lokal terserap oleh SPPG.

"Kami ingin hasil pertanian dan peternakan kita, termasuk lele dari Kunden ini, terserap untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika ini berhasil, akan kita kembangkan ke desa-desa lain," tegas Bupati.

Terkait kendala lahan yang berada di bawah naungan Kemenpora RI, Bupati berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi agar status lahan KKMP segera tuntas dan pembangunan gedung dapat dilanjutkan.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
-Kecelakaan kerja terjadi di halaman Kantor BPR BKK Cabang Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Senin sore (09/02/2026). Empat orang pria mengalami luka bakar serius setelah tersengat listrik tegangan tinggi saat memasang tiang bendera berbahan besi.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tiang bendera besi yang sedang didirikan dilaporkan oleng dan menyentuh jaringan listrik tegangan tinggi milik PLN yang melintas di depan kantor, sehingga arus listrik mengalir melalui tiang dan menyengat para korban.

Keempat korban masing-masing berinisial RDY (39) warga Kecamatan Kradenan, PRA (26) warga Kecamatan Blora, N (53) warga Kecamatan Cepu, serta seorang warga sipil berinisial CB (40) asal Kecamatan Kedungtuban yang saat itu berada di lokasi untuk menjemput istrinya.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kedungtuban Iptu Hadi Setyo P., S.H., membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika para korban berusaha mendirikan kembali tiang bendera setinggi kurang lebih 15 meter yang sebelumnya diturunkan akibat tali nilon pengikatnya putus.

“Awalnya dua orang karyawan berusaha menaikkan tiang bendera tersebut. Kemudian dua orang lainnya datang membantu karena tiang pipa besi itu cukup berat. Namun saat proses menaikkan, tiang tersebut oleng dan menempel pada kabel PLN tegangan tinggi yang melintas di depan kantor,” jelas Iptu Hadi Setyo.

‎Akibat sentuhan tersebut, arus listrik bertegangan tinggi langsung merambat melalui pipa besi. Keempat korban tersengat dan terpental ke lantai. Warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa para korban ke Puskesmas Kedungtuban untuk mendapatkan penanganan awal.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Korban RDY mengalami luka bakar di telapak tangan hingga pergelangan tangan. Korban CB mengalami luka di bagian kepala, bahu, dan pergelangan kaki. Sementara korban N mengalami luka robek di kepala sepanjang sekitar 9 sentimeter, dan korban PRA mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki.

“Hasil pemeriksaan medis memastikan luka-luka yang diderita para korban murni akibat sengatan listrik dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya. Karena kondisi luka bakar memerlukan penanganan khusus, sekitar pukul 18.30 WIB keempat korban dirujuk ke RSUD Cepu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tambah Kapolsek Kedungtuban.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiang bendera pipa besi serta tali nilon berwarna hijau. Diketahui jarak antara posisi berdirinya tiang bendera dengan jaringan listrik hanya sekitar dua meter, sehingga dinilai sangat rawan apabila terjadi kemiringan saat proses pemasangan.(Fath)