Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

Facebook

Ad Home

Follow Us

Sponsor

Header Ads

Random Posts

Pemerintahan

Kesehatan

TNI-POLRI

Hiburan

Video News


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Pembangunan kembali Pasar Induk Ngawen yang sempat luluh lantak akibat kebakaran hebat pada awal 2024 kini menunjukkan progres positif. Dengan alokasi anggaran APBN sebesar Rp30 miliar, pasar tersebut ditargetkan dapat fungsional kembali pada Juni 2026 mendatang, lebih cepat dari jadwal kontrak yang ditetapkan.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu (11/2/2026) untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana. Dalam kunjungannya, perempuan yang akrab disapa Budhe Rini ini menekankan pentingnya sinkronisasi antarpihak agar tidak ada kendala teknis yang menghambat.

"Kami berharap seluruh pekerjaan berjalan lancar. Jika ada kendala di lapangan, segera dikomunikasikan agar target pembangunan tercapai tepat waktu," tegas Budhe Rini di sela-sela peninjauan.

Senada dengan hal tersebut, Kasubdit Wilayah II Direktorat IDPPKOSB Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Dendy Kurniadi, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mempercepat masa pelaksanaan.

"Kami menargetkan saat libur Hari Raya atap bangunan sudah terpasang. Meskipun kontrak berakhir Juli, kami upayakan rampung Juni agar masyarakat bisa segera memanfaatkannya saat musim libur sekolah," jelas Dendy.

Tak hanya fokus pada bangunan pasar, proyek ini juga menyentuh aspek lingkungan. Merespons keluhan warga sekitar yang sering terdampak genangan air saat hujan, tim pelaksana membangun saluran pembuangan air yang terhubung langsung ke sungai.

Sebagai informasi, Pasar Ngawen mengalami kebakaran besar pada 9 Januari 2024 dengan kerugian mencapai Rp30,69 miliar. Pembangunan kembali ini menjadi prioritas nasional yang juga sempat ditinjau oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas pada akhir 2025 lalu.

Proyek yang dimulai sejak pertengahan November 2025 ini dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender. Saat ini, fokus pengerjaan meliputi:

‎​Pemadatan tanah dan pengecoran lantai.

‎​Pendirian tiang struktur utama bangunan.

‎​Pembangunan instalasi air bersih dan sistem drainase.

Dengan hadirnya bangunan baru ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap aktivitas ekonomi masyarakat Ngawen dapat segera pulih dalam lingkungan pasar yang lebih aman dan nyaman.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID— Pemerintah Kabupaten Blora mencetak sejarah baru dalam penandatanganan kesepakatan bersama. Pada Selasa (10/2/2026), Pemkab Blora resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Kudus terkait Jasa Layanan Perbankan.

Menariknya, prosesi penandatanganan ini tidak dilakukan di ruang rapat kantor pemerintahan, melainkan di dalam objek wisata Goa Terawang Eco Park. Momen ini sekaligus menjadi MoU pertama di Indonesia yang diselenggarakan di dalam kawasan goa wisata.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, serta jajaran manajemen BTN, Sekretaris Daerah, dan kepala perangkat daerah.

Bupati Blora dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BTN. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Saya berharap setelah MoU ini segera ada tindak lanjut layanan perbankan yang lebih efektif dan efisien, sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah," harap Bupati Arief Rohman.

Lebih lanjut, Bupati juga mendorong BTN untuk turut membantu mempromosikan produk UMKM Blora melalui kerja sama dengan Dekranasda, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

"Nanti jika BTN ada kegiatan atau pertemuan berskala regional Jawa Tengah, Blora juga siap jadi tuan rumah," pintanya.

Sementara itu, Regional Office Head BTN Jateng & DIY, Fitri Novianty Ratna Kusuma, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan daerah.

Lebih lanjut, sosok yang akrab disapa Bu Novi ini mengungkapkan bahwa BTN memiliki platform Digital Kabupaten (DIGIKAB). Platform ini diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi daerah, mulai dari sektor perumahan, pembiayaan UMKM, kurasi produk, hingga digitalisasi pelaku usaha lokal.

Tak lupa, Bu Novi juga menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan kuliner khas Blora, seperti sate dan lontong tahu, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan.

‎(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Upaya penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di Kabupaten Blora terus dikebut. Terbaru, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman meresmikan unit usaha budidaya ikan lele sistem bioflok milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Selasa (10/2/2026).

Meskipun gedung koperasi masih dalam proses perizinan, unit usaha yang berlokasi di Jl. Agil Kusumadya ini sudah mulai beroperasi penuh. Proyek ini merupakan bantuan dari program Budidaya Ikan Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan nilai anggaran mencapai Rp 600 juta.

Peresmian ditandai dengan pelepasan 60.000 benih ikan lele oleh Bupati Arief bersama perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI. Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, menyatakan rasa syukur atas bantuan yang mencakup seluruh sarana prasarana, mulai dari 24 kolam bak bioflok, sistem kelistrikan, hingga pelatihan SDM.

"Kami berharap budidaya ini bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden dan memberdayakan ekonomi warga sekitar," ujar Rohmah.

‎Di sisi lain, ​Perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI, Bayu Romadhona, mengungkapkan bahwa Blora menjadi penerima bantuan terbanyak di eks-Karesidenan Pati dengan total empat lokasi. Namun, ia memberikan catatan penting terkait kondisi air di Blora.

"Air di Blora memiliki TDS (Total Dissolved Solids) yang cukup tinggi, mencapai 900 ppm, sementara ikan tumbuh ideal di bawah 300 ppm. Kunci suksesnya adalah manajemen air; air harus diendapkan dahulu sebelum dialirkan ke kolam," jelas Bayu.

Ia juga menekankan prinsip 3M (Manajemen Air, Manajemen Pakan, dan Manajemen Sortir) kepada para pengelola agar investasi besar dari APBN ini tidak sia-sia dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ​Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa hasil dari budidaya lele ini nantinya akan diarahkan untuk menyokong kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahkan, Pemerintah Kabupaten Blora berencana menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk memastikan potensi lokal terserap oleh SPPG.

"Kami ingin hasil pertanian dan peternakan kita, termasuk lele dari Kunden ini, terserap untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika ini berhasil, akan kita kembangkan ke desa-desa lain," tegas Bupati.

Terkait kendala lahan yang berada di bawah naungan Kemenpora RI, Bupati berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi agar status lahan KKMP segera tuntas dan pembangunan gedung dapat dilanjutkan.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
-Kecelakaan kerja terjadi di halaman Kantor BPR BKK Cabang Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Senin sore (09/02/2026). Empat orang pria mengalami luka bakar serius setelah tersengat listrik tegangan tinggi saat memasang tiang bendera berbahan besi.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tiang bendera besi yang sedang didirikan dilaporkan oleng dan menyentuh jaringan listrik tegangan tinggi milik PLN yang melintas di depan kantor, sehingga arus listrik mengalir melalui tiang dan menyengat para korban.

Keempat korban masing-masing berinisial RDY (39) warga Kecamatan Kradenan, PRA (26) warga Kecamatan Blora, N (53) warga Kecamatan Cepu, serta seorang warga sipil berinisial CB (40) asal Kecamatan Kedungtuban yang saat itu berada di lokasi untuk menjemput istrinya.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kedungtuban Iptu Hadi Setyo P., S.H., membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika para korban berusaha mendirikan kembali tiang bendera setinggi kurang lebih 15 meter yang sebelumnya diturunkan akibat tali nilon pengikatnya putus.

“Awalnya dua orang karyawan berusaha menaikkan tiang bendera tersebut. Kemudian dua orang lainnya datang membantu karena tiang pipa besi itu cukup berat. Namun saat proses menaikkan, tiang tersebut oleng dan menempel pada kabel PLN tegangan tinggi yang melintas di depan kantor,” jelas Iptu Hadi Setyo.

‎Akibat sentuhan tersebut, arus listrik bertegangan tinggi langsung merambat melalui pipa besi. Keempat korban tersengat dan terpental ke lantai. Warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa para korban ke Puskesmas Kedungtuban untuk mendapatkan penanganan awal.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Korban RDY mengalami luka bakar di telapak tangan hingga pergelangan tangan. Korban CB mengalami luka di bagian kepala, bahu, dan pergelangan kaki. Sementara korban N mengalami luka robek di kepala sepanjang sekitar 9 sentimeter, dan korban PRA mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki.

“Hasil pemeriksaan medis memastikan luka-luka yang diderita para korban murni akibat sengatan listrik dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya. Karena kondisi luka bakar memerlukan penanganan khusus, sekitar pukul 18.30 WIB keempat korban dirujuk ke RSUD Cepu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tambah Kapolsek Kedungtuban.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiang bendera pipa besi serta tali nilon berwarna hijau. Diketahui jarak antara posisi berdirinya tiang bendera dengan jaringan listrik hanya sekitar dua meter, sehingga dinilai sangat rawan apabila terjadi kemiringan saat proses pemasangan.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa di Kabupaten Blora terus dikebut. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, secara resmi meresmikan Kandang Petelur Merah Putih di Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo, pada Sabtu (07/02/2026).

Proyek ini merupakan kolaborasi strategis untuk mendorong sektor peternakan berbasis komunitas. Peresmian tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Dr. (HC). Tjiu Thomas Effendy, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Dr. Ir. Ali Agus.

Mandiri Pangan melalui Produksi Lokal

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menegaskan bahwa kehadiran kandang petelur ini adalah langkah nyata untuk menyuplai kebutuhan protein bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora.

"Kami sedang menyiapkan regulasi agar seluruh SPPG di Blora menyerap telur hasil produksi lokal. Tujuannya jelas: perputaran ekonomi harus tetap berada di daerah dan peternak kita berdaya," tegas Mas Arief.

Bupati juga menyoroti potensi besar Blora sebagai penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah dengan produksi mencapai 490 ribu ton per tahun. Ia berharap integrasi antara pertanian jagung dan peternakan ayam dapat menciptakan hilirisasi yang kokoh melalui BUMDes maupun Koperasi Desa.

Empat Pilar Manfaat untuk Desa

Senada dengan Bupati, Prof. Ali Agus menjelaskan bahwa Kandang Petelur Merah Putih dirancang sebagai prototipe yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Menurutnya, ada empat manfaat utama dari model ini:

‎​Inspirasi: Memotivasi warga untuk berwirausaha.

‎​Edukasi: Menjadi pusat pembelajaran peternakan modern.

‎​Gizi: Penyedia protein hewani yang terjangkau.

‎​Ekonomi: Membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat desa.

Peningkatan SDM melalui Politeknik Agroindustri

Tak hanya infrastruktur, Pemkab Blora juga berkomitmen meningkatkan kualitas SDM. Bupati mengumumkan rencana pendirian Diploma 3 Politeknik Agroindustri dengan prodi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Setiap desa diharapkan mengirimkan tiga pemuda terbaiknya untuk belajar dan kembali membangun sektor pangan di desa masing-masing.

Kegiatan ini ditutup dengan peninjauan kandang hibah dari Charoen Pokphand Foundation Indonesia yang berisi 600 ekor ayam petelur, yang diharapkan menjadi pemantik kemandirian pangan di Desa Kebonrejo.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Suasana sore di Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora mendadak mencekam. Seorang pelajar berinisial AHS (10) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Dukuh Nglaroh saat sedang mandi bersama rekan-rekannya, Jumat sore, (06/02/2026).

Peristiwa memilukan ini bermula sekira pukul 14.00 WIB. Menurut keterangan saksi mata, Wahyu, yang saat itu tengah memancing di lokasi, korban terlihat sedang bermain air di pinggir embung bersama tiga temannya. Situasi yang semula ceria berubah menjadi kepanikan saat mereka bercanda saling dorong hingga terseret ke bagian embung yang lebih dalam.

Melihat para korban kesulitan berenang, Wahyu spontan melompat ke air. Ia berhasil menyelamatkan satu anak secara langsung, kemudian menggunakan tongkat kayu sepanjang lima meter untuk meraih anak lainnya. Dua anak berhasil selamat setelah menggapai tongkat tersebut, namun nahas, jarak AHS yang terlalu jauh membuatnya gagal meraih bantuan hingga akhirnya tenggelam.

Kapolsek Jepon, Iptu Moh. Junaidi, S.H., M.H., menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim BPBD Kabupaten Blora untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan warga.

"Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan langsung dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Blora. Namun, pihak medis menyatakan nyawa korban sudah tidak tertolong," ujar Iptu Junaidi.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Gejala medis yang ditemukan menunjukkan indikasi kuat gagal napas murni akibat tenggelam. Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Menanggapi tragedi ini, pihak kepolisian memberikan imbauan tegas kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama saat bermain di dekat area perairan.

"Kami meminta warga untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di area embung tanpa pengawasan, apalagi jika tidak mahir berenang. Kami juga akan berkoordinasi untuk pemasangan papan peringatan di lokasi agar kejadian serupa tidak terulang," pungkas Kapolsek.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan pakaian korban dan tongkat kayu yang digunakan saksi saat upaya penyelamatan.(Fath)