Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

Facebook

Blog Archive

Ad Home

Follow Us

Sponsor

Header Ads

Random Posts

Pemerintahan

Kesehatan

TNI-POLRI

Hiburan

Video News


RANDUBLATUNG,LINTASUPDATE.ID
– Kebahagiaan menyelimuti warga di wilayah Pilang, Bulakan, hingga Temulus, Kecamatan Randublatung. Pasalnya, penantian panjang mereka akan akses jalan yang layak kini resmi terwujud. Sebagai bentuk rasa syukur, warga menggelar tasyakuran tumpengan yang dihadiri langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, pada Sabtu (31/01/2026).

Penyambutan orang nomor satu di Blora tersebut berlangsung meriah. Selain pemotongan pita dan tumpengan, barisan pagar betis dari anak-anak sekolah turut menyambut kehadiran Bupati yang akrab disapa Gus Arief ini di sepanjang ruas jalan yang baru diresmikan.

Dalam sambutannya, Gus Arief mengungkapkan rasa bangganya atas kemajuan infrastruktur di wilayah selatan Blora ini. Beliau menekankan bahwa jalan yang baik adalah kunci kenyamanan dan keselamatan warga.

“Alhamdulillah, sakniki radosane sampun alus (sekarang jalannya sudah halus), ampun dingge kebut-kebutan motor. Jalan sudah bagus, mari dimanfaatkan dengan tertib dan aman,” pesan Gus Arief.

Bupati optimistis bahwa akses jalan yang memadai akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Randublatung yang mayoritas merupakan petani. Dengan kondisi jalan yang mantap, biaya distribusi hasil pertanian diharapkan menurun dan nilai jual lahan di sekitar lokasi akan meningkat.

Usai prosesi peresmian, Bupati bersama rombongan—termasuk anggota DPRD Blora (Iwan Krismiyanto, Bibi Hastuti, dan Dian Bagus Styawan) serta jajaran Forkopimcam—langsung menyusuri jalan tersebut untuk berdialog dengan warga. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa kualitas bangunan benar-benar sesuai standar dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.(Fath) 


BLORA,LINTAS UPDATE.ID– Pemerintah Kabupaten Blora resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan tingkat keluarga melalui peluncuran Program GEMAR (Gerakan Memanfaatkan Pekarangan). Acara yang dipusatkan di Graha Rajakaya DP4 Kabupaten Blora, dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman pada Rabu (28/01/2026).

Bupati menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak harus bergantung pada lahan yang luas. Melalui GEMAR, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DP4 diwajibkan memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif sebagai contoh bagi masyarakat.

"Bayangkan jika sekitar 11 ribu ASN di Blora melaksanakan GEMAR secara bersama-sama, dampaknya akan sangat besar bagi pengendalian inflasi dan penguatan swasembada pangan," tegas Bupati Arief.

Selain meluncurkan program, momen ini juga menjadi ajang penguatan sarana prasarana dan apresiasi prestasi, dengan penyerahan 16 unit sepeda motor operasional untuk Koordinator Penyuluhan Pertanian (PPL) guna meningkatkan mobilitas pendampingan petani.

Koodinator PPL, Mut Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati Blora.

"Kami mengucapkan trima kasih atas apresiasi, motivasi, dan dukungan Bapak Bupati. Fasilitas kendaraan ini sangat membantu kinerja kami di lapangan. Bupati Blora menjadi salah satu kepala daerah yang sangat perhatian dan konsisten mendukung peran penyuluh pertanian dalam program ketahanan pangan, "ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati juga menyerahkan Piagam Penghargaan Nasional dari Kementrian PANRB atas keberhasilan inovasi GESEKU (Gerakan Sejuta Kotak Umat) dan SIP BRO (Sistem Inovasi dan Penelitian Blora) sebagai Finalis Top Inovasi KIPP 2025,serta komitmen renovasi lantai dua Kantor DP4 untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Agar program ini tidak sekadar menjadi seremonial, Bupati mendorong adanya monitoring rutin dengan pengawasan terhadap pemanfaatan pekarangan ASN secara berkala, serta kompetisi pekarangan terbaik untuk menjaga keberlanjutan program dan mendorong seluruh instansi di Kabupaten Blora untuk menetapkan skema serupa.

Acara ditutup dengan aksi simbolis penanaman cabai dan tomat oleh Bupati beserta jajaran sebagai tanda dimulainya gerakan hijau dari lingkungan perkantoran.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Blora melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi ke kantor PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blora pada Rabu (28/1/2026).Langkah ini diambil guna mempererat hubungan kelembagaan demi mendukung kesejahteraan masyarakat di sektor energi.

Rombongan GRIB Jaya Blora diterima langsung oleh Kepala ULP Blora, Wardoyo, beserta jajarannya. Pertemuan tersebut fokus membahas pentingnya kolaborasi antara ormas dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengawal program pembangunan daerah.
‎​Perwakilan OKK GRIB Jaya Blora, Jarod, menegaskan bahwa PLN memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Blora. Oleh karena itu, komunikasi yang intensif sangat diperlukan.
‎​"Kunjungan ini adalah bentuk komitmen kami menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan. Ke depan, kita harus selalu bersinergi mengawal kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada rakyat," ujar Jarod dalam sambutannya.
‎​Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala PLN ULP Blora, Wardoyo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai hubungan harmonis antara penyedia layanan dengan elemen masyarakat adalah kunci peningkatan kualitas pelayanan.
‎​"Kami sangat menghargai inisiatif ini. Sinergi yang erat sangat penting untuk perbaikan pelayanan kami sekaligus mendukung program pemerintah di daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan maksimal oleh warga," jelas Wardoyo.
‎​Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya forum komunikasi berkelanjutan. Kedua belah pihak sepakat bahwa keberadaan BUMN di daerah harus mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi kemajuan Kabupaten Blora.(Fath)


BLORA,LINTASUPDATE.ID– Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Kiswoyo, berhasil membuktikan efektivitas digitalisasi dalam mendongkrak pendapatan daerah. Di bawah kepemimpinannya, penerapan sistem e-parkir di Pasar Sido Makmur mencatatkan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 800 persen, sebuah capaian yang melampaui target awal pemerintah.

Kiswoyo mengungkapkan perbedaan mencolok antara sistem manual dan digital. Berdasarkan data yang dihimpun, efisiensi yang ia terapkan membuahkan hasil nyata:

‎​Sistem Manual (Januari-Juni 2025): Hanya menghasilkan rata-rata Rp 1,1 juta per hari (Total 6 bulan: Rp 200,2 juta).

‎​Sistem E-Parkir (Juli-Desember 2025): Melonjak menjadi Rp 10 juta per hari (Total 6 bulan: Rp 1,76 miliar).

‎​Total PAD 2025: Mencapai Rp 1.962.658.000.

‎​Proyeksi 2026: Kiswoyo optimis menyumbang Rp 3,65 miliar untuk kas daerah.

"Capaian ini sudah melampaui target awal yang kami tetapkan di angka Rp 7 juta hingga Rp 8 juta per hari. Transisi digital ini adalah langkah nyata mengakhiri masalah klasik parkir manual," tegas Kiswoyo.

Menurut Kiswoyo, transisi ke sistem elektronik bukan sekadar mengikuti tren, melainkan amanat Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE. Ia menekankan bahwa melalui dashboard online, data kendaraan terpantau secara real-time dan dana disetor secara bruto ke kas daerah.

"Langkah ini efektif meminimalisir risiko pungutan liar (pungli) dan kebocoran anggaran yang selama ini sering menjadi keluhan di lapangan," tambahnya.

Menanggapi dinamika di lapangan, Kiswoyo menunjukkan sikap responsif terhadap kendala teknis seperti pemadaman listrik dan antrean kendaraan. Beberapa langkah taktis yang ia siapkan antara lain:

‎​Penyediaan genset cadangan untuk mengantisipasi gangguan listrik.

‎​Penambahan pintu keluar baru untuk mengurai antrean panjang.

‎​Penerapan pintu khusus roda dua dengan sistem cashless mandiri tahun ini.

Terkait aspek sosial, Kiswoyo memastikan bahwa kebijakan ini tidak mematikan mata pencaharian warga lokal. Ia tetap memberdayakan juru parkir lama dengan memberikan pelatihan khusus untuk mengoperasikan sistem digital tersebut.

Keberhasilan di Pasar Sido Makmur ini baru merupakan awal. Kiswoyo memproyeksikan sistem serupa akan diperluas ke tiga pasar rakyat lainnya di wilayah Blora dalam waktu dekat. Ia berharap masyarakat terus mendukung sistem ini agar kontribusi parkir benar-benar masuk ke kas daerah untuk pembangunan Blora yang lebih modern.(Fath


SOLO,LINTASUPDATE.ID
– Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., resmi menyandang gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Praja Mangkunegaran. Penganugerahan ini diberikan langsung oleh KGPAA Mangkunegoro X dalam prosesi sakral Hajad Dalem Wilujengan Tingalan Jumenengan ke-4 di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1/2026).

Acara tersebut berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara.

Pemberian gelar ini tertuang dalam piagam kekancingan nomor 2026.kanjeng.002. KGPAA Mangkunegoro X menyampaikan bahwa gelar tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki sumbangsih nyata dalam pelestarian budaya dan pelayanan publik.

"Kekancingan yang kami berikan merupakan penghargaan atas upaya beliau-beliau dalam pelestarian budaya dan pelayanan kepada masyarakat," ungkap sosok yang akrab disapa Gusti Bhre tersebut usai prosesi Tari Beksan Bedhaya Anglir Mendung.

Tampil gagah mengenakan beskap hijau pastel dan blangkon gaya Surakarta, Bupati Arief Rohman menyatakan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa gelar ini bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab untuk mempererat hubungan sejarah antara Blora dan Mangkunegaran.

"Gelar ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Blora. Mengingat sejarah Blora yang dulu masuk wilayah pengaruh Mangkunegaran, kami akan bersinergi membangun daerah melalui penguatan seni dan kebudayaan," ujar KRT Dr. H. Arief Rohman.

‎​Selain Bupati Blora, beberapa tokoh lain juga menerima gelar serupa, di antaranya:Bambang "Pacul" Wuryanto (Wakil Ketua MPR RI), Bupati Wonogiri. 

Tamu undangan yang hadir pun mencerminkan pentingnya acara ini, mulai dari Sekda Jateng Sumarno, Walikota Surakarta Respati Ardi, hingga Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Kehadiran Paku Buwono XIV Hangabehi juga menambah nuansa persaudaraan antar-keraton di Jawa.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di kawasan Blora Kota resmi direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026. Proyek strategis yang berlokasi di depan Pasar Rakyat Sidomakmur ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi pendidikan dan ekonomi di wilayah Blora.

Tokoh Aliansi Masyarakat Blora (AMB), Sujalmo, menyatakan dukungan penuh atas pemilihan lokasi di pusat kota. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan simpul pertemuan akses dari arah selatan, timur, hingga jalur tengah kota yang sudah memiliki ekosistem ekonomi sejak beberapa tahun terakhir.

"Pengembangan kampus ini akan memberi dampak besar, terutama pada sektor transportasi dan ekonomi masyarakat. Kawasan ini bisa kembali hidup dan berkembang pesat," ujar Sujalmo, Jumat (23/1/2026).

Ia menambahkan bahwa aktivitas akademik di masa depan harus diimbangi dengan sistem transportasi publik yang terintegrasi, seperti bus kota, agar mobilitas masyarakat tetap lancar tanpa menimbulkan kemacetan baru.

Sujalmo memprediksi bahwa dimulainya pembangunan ini akan langsung memicu efek berantai (multiplier effect) bagi pelaku usaha lokal. Setidaknya separuh kawasan kota Blora berpotensi merasakan dampak positif secara ekonomi.

Sektor Hunian: Pertumbuhan rumah kos dan kontrakan.

‎​Sektor Jasa: Peningkatan kebutuhan jasa transportasi dan logistik.

‎​Sektor Kuliner: Geliat usaha warung makan dan UMKM di sekitar kampus.

"Ini peluang besar bagi warga lokal. Usaha kecil akan tumbuh seiring hadirnya ribuan mahasiswa nantinya," imbuh Sujalmo. 

‎​Meski menyambut baik, pihak AMB menegaskan akan melakukan pengawalan ketat terhadap proses pembangunan. Sujalmo menekankan bahwa keterbukaan informasi dan pengawasan publik adalah kunci agar proyek ini tidak menyimpang dari tujuan awal.

Terdapat tiga poin utama yang disoroti untuk memastikan akuntabilitas proyek:

‎​Kualitas Bangunan: Memastikan spesifikasi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

‎​Keterlibatan Lokal: Mendorong kontraktor dan tenaga kerja lokal untuk terlibat melalui lelang yang sehat.

‎​Pengawasan Lapangan: Melibatkan media, aktivis, dan tokoh masyarakat untuk mencegah praktik yang tidak transparan.

"Kami akan terus mengawal. Diskusi publik dan keterbukaan informasi mutlak diperlukan agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari," tegas Sujalmo.

Pembangunan kampus UNY ini juga dinilai sejalan dengan visi-misi Bupati Blora dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.(Fath